Warga Cikaret Mengeluh : Sejumlah Perangkat Elektronik Rusak Diduga Kuat Dampak Tower Telekomunikasi
BOGOR,87news.id – Berdirinya tower telekomunikasi di tengah permukiman padat penduduk kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga dan jemaah Majelis An-Nurul Quran di Gang Pengubahan, RT 07 RW 04, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengaku mengalami kerusakan perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan sambaran petir di sekitar tower telekomunikasi milik PT Protelindo.Kamis (20/08/2026).
Imron Salah seorang pengurus majelis sekaligus perwakilan warga, ia menerangkan peristiwa serupa telah terjadi lebih dari satu kali dan menyebut kerusakan yang dialami meliputi instalasi penerangan hingga perangkat elektronik penunjang aktivitas warga.
“Kejadian yang saya alami… mungkin yang ini untuk yang sekian kali. Yang pertama saya lupa tanggal, bulan, dan tahunnya, tapi yang pertama itu instalasi kita kena gitu, rusak sampai saya harus ganti lampu LED itu tiga kali, yang nilainya lumayan, nilai LED itu Rp50.000 satunya gitu kan,” ujar Imron.
Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada lampu penerangan, tetapi juga pada perangkat router internet yang digunakan sehari-hari.
“Terus yang kedua, router WiFi saya kena. Makanya saya enggak masang WiFi lagi, gitu kan,” tambahnya.
Imron juga mengungkapkan sebuah kipas angin bantuan dari salah seorang jemaah mengalami kerusakan total setelah baru digunakan selama kurang lebih tiga bulan.
“Yang ketiga ini, kipas angin… yang cukup lumayan nilainya gitu ya. Ini kebetulan kita dapat dari hamba Allah… Setelah dia kasih, kena ini, nah. Ya mungkin jarak 3 bulanlah saya masang ini, kena,” ungkapnya.

Warga menduga sambaran petir yang terjadi di sekitar tower memicu lonjakan arus listrik yang berdampak pada instalasi dan peralatan elektronik di lingkungan sekitar. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.
Warga Harapkan Respons dan Iktikad Baik dari perusahaan tower tersebut, Imron mengatakan pihaknya telah berupaya menyampaikan keluhan secara resmi kepada pihak terkait. Bahkan, ia diarahkan untuk membuat berita acara pengaduan pada April 2026. Namun, hingga kini, menurutnya belum ada tindak lanjut yang diterima.
“Terus saya melakukan komplain ke pihak yang berwenang, ya kan, yang bersangkutan, diarahkan untuk buat berita acara di tanggal 20-21 April gitu kan, sampai sekarang tidak ada follow-up-nya, gitu aja sih… PT Protelindo,” tegasnya.
Ia berharap perusahaan dapat menunjukkan itikad baik dalam merespons keluhan masyarakat yang berada di sekitar area tower.
“Ya harapan saya kepada perusahaan sih, paling tidak ada iktikad baik, ya kan, ada respons yang positif dengan adanya komplain-komplain dari masyarakat. Sampai saat ini belum ada respons yang yang baik dan tidak ada iktikad baik dari pihak perusahaan kepada kami,” harap Imron.
Upaya komunikasi, lanjut Imron, juga telah dilakukan melalui pemerintah setempat. Namun hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut yang diterima warga.
“Pak Lurah sudah mengetahui dan sudah coba koordinasi dengan RT yang kebetulan pernah berkoordinasi dengan pihak tower PT Protelindo ini. Tapi sampai sekarang itu pun belum ada berita baiknya, info baiknya belum ada,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Cikaret, Riki, membenarkan bahwa pihak kelurahan pernah menerima laporan warga dan menyampaikan surat kepada provider yang dimaksud.
“Seingat saya sudah bersurat ke provider, pernah disampaikan oleh salah satu warga terkait petir akibat cuaca hujan yang terjadi. Saran saya bahwa perlu dicek kembali secara mendetail terkait jalur listrik dan grounding rumah sekitar. Apabila perlu dilakukan perbaikan jaringan listrik, kemudian daripada itu dapat menyampaikan keluhan kepada provider tower dengan meneruskan tembusan kepada pemerintah daerah melalui kelurahan,” ungkap Riki.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Protelindo belum memberikan keterangan resmi.
Sesuai prinsip keberimbangan dan asas cover both sides, redaksi memberikan ruang seluas-luasnya kepada.red
#Putra